BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam sistem pembelajaran guru merupakan komponen
penting. Oleh sabab itu, untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil
pembelajaran harus dimulai dari guru itu sendiri, karena guru merupakan garda
terdepan yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai objek belajar. Dengan
begitu, guru harus memiliki kemampuan lebih dalam meningkatkan proses
pembelajaran. Salah satu caranya harus merancang dan melaksanakan Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Melalui penelitian ini guru selamnya akan selalu
meningkatkan kinerjanya dalam mengelola proses pembelajaran yang menjadi
tanggung jawabnya.
Kenapa guru harus melakukan PTK? Bukankah tugas guru
mengajar? Pertanyaan ini sering muncul dipermukaan. Namun manaka kala kita
sudah memahami pentingnya dan manfaat PTK pertanyaan itu sudah tidak lagi
diutrakan, karena PTK salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan
hasil belajar.[1]
Melalui PTK, masalah-masalah pendidikan, kurikulum dan
pembelajaran dapat dianalisi,
dikembangkan, dan ditingkatkan, supaya pembelajaran aktif, kreatif, efektif,
dan sifat menyenangkan dapat diwujudkan secara nyata. Upaya PTK diharapkan
dapat menciptakan sebuah budaya belajar dikalangan guru di sekolah. PTK ini
menawarkan peluang sebagai pengambangan kinerja, sebab pendekatan penelitian
ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai peneliti, sebagai agen
perubahab dan sebagai agen pembaharuan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif.[2]
Memperhatikan uraian di atas, secara sederhana dapat
dikatakan bahwa PTK adalah kigiatan peneltian untuk mendapatkan kebenaran dan
manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif atau adanya
kerja sama antara berbagai disiplin ilmu, keahlian, dan prfesi dalam memecahkan
masalah, atau lagi melibatkan khalayak sasaran dalam megidentifikasi berbagai
masalah yang dialami di kelas.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud penelitian tindakan kelas (PTK)?
2. Bagaimana
tujuan dan karakteristik PTK?
3. Bagaimana
mengidentifikasi dan menganalisis masalah pada PTK
4. Bagaimana
konsep PTK?
5. Bagaimana
output dan pentingnya PTK?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui bagaimana pengertian PTK
2. Untuk
mengetahui tujuan dan karakteristik PTK
3. Untuk
Mengetahui Konsep PTK
4. Untuk
mengetahui output dan pentingnya PTK
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
PTK
Secara etimologis, ada tiga istilah
yang berhubungan dengan PTK, yakni penelitian, tindakan, dan kelas. Pertama penelitian adalah suatu proses
pemecahan masalah yang dilakukan secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Sistematis
ini dapat diartikan sebagai proses yang runtut sesuai dengan aturan tertentu. Kedua, tindakan dapat diartikan sebagai
perlakuan tertentu yang dilakukan oleh peneliti dalam hal ini guru. Tindakan
ini diarahkan untuk lebih meningkatkan dan memperbaiki kinerja guru. Ketiga, kelas menunjukkan pada tempat
proses pembelajaran berlangsung. Ini berarti PTK dilakukan di dalam kelas yang
tidak diatur untuk kepentingan penelitian secara khusus.[3]
Menurut Kemmis (1988), penelitian
tindakan (action research) adalah
suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam
situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial merek. Adapun
menurut Burn (1999) penelitian tindakan adalah penerapan berbagai fakta yang
ditemukan untuk memecahkan masalah dalam situasi sosial untuk meningkatkan
kualitas tindakan yang dilakukan dengan melibatkan kolaborasi atau kerja sama
dengan para peneliti dan praktisi. Sementara menurut Elliot (1982) penelitian
tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan
kualitas tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan mempelajari pengaruh kyang ditimbulkannya.[4]
Peneltian tindakan kelas dapat
didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru yang
sekaligus sebagai peneliti di kelas, atau dilakukan secara bersama-sama dengan
orang lain dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksikan tindakan
secara kolaborasi dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau
meningkatkan mutu proses pembelajran di kelas melalui suatu tindakan.
Dari pengertian penelitian tindakan
di atas, dapat disimpulkan tiga prinsip, (1) adanya partisipasi dari peneliti
dalam suatu program atau kegiatan, (2) adanya tujuan untuk meningkatkan
kualitas suatu program melalui penelitian tindakan tersebut, (3) adanya
tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu program atau
kegiatan.[5]
B.
Tujuan
Dan Karakteristik PTK
Seperti penelitian tindakan pada
umumnya, ada sejumlah tujuan yang infin dicapai dalam pelaksanaan PTK. Menurut
Grundy Dan Kammis, tujuan penelitian tindakan ini meliputi tigi hal.
Diantaranya.
1. Peningkatan
praktik
Pada umumnya, tujuan penelitian
adalah untuk menemukan atau untuk menggeneralisasikan sesuatu terlepas dari
kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, hasil sebua
penelitian kadang-kadang sulit untuk bisa diterapkan oleh praktisi di lapangan.
Hal ini disebabkan dua hal. Pertama,
penelitian pada umumnya lebih banyak berangkat dari konsep-konsep yang hanya dipahami
oleh kalangan tertentu sehingga tidak menyentuh kebutuhan lapangan secara riil
dan pasti, kedua, hasil penelitian
sulit disebarkan kepada praktisi sehingga hasil penelitian hanya banyak
menghiasi perpustakaan.
2. Pengembangan
Profesional
Salah satu sifat dari seorang
professional adalah keinginannya untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik
untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Seorang professional tidak akan cepat
puas dengan hasil yang diperolehnya. Ia akan selalu mencapai dan menggali
informasi dari berbagai sumber, kemudian mencoba dan mencoba sesuatu yang baru
hingga hasil yang diperoleh akan semakin bagus dan seorang professional selalu
tanggap terhadap perubahan sosial maupun perkambangan bidang ilmu yang
digelutinya. Salah satu cara yang dapat mengambangkan sikap professional guru,
orang-orang professional menggunakan cara PTK.
3. Peningkatan
Situasi Tempat Praktik Berlangsung
Ilmu pengetahuan dan teknologi
berkambang pesat, yang memungkinkan semua orang dapat dengan muah mendapatkan
informasi. Perkambangan piranti komputer misalnya, bukan hanya secara kuantitas
dan dapat menyajikan ilmu pengetahuan baru. Akan tetapi akan berubah hidup gaya
seseorang. Meski demikian, orang professional selalau memanfaatkan kejanggihan
itu untuk kinerjanya. [6]
Dengan tujuan yang diuraikan di atas,
maka PTK memiliki karakteristik sebagai berikut.
a) Maslah
yang dikaji dalam PTK yang bersifat praktis. PTK berangkat dari keresahan yang
dialami guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. Oleh karena itu, dari dari
mulai proses perencanaan, pelaksanaan tindakan hingga pada proses penyimpulan
guru merupakan pemeran utama
b) Fokus
utama penelitian pada proses pembelajaran. PTK dilaksanakan dalam rangka untuk
memperbaiki proses pembelajaran maksimal. Oleh karena itu, PTK dilaksanakan
dalam setting kelas yang
sesungguhnya.
c) Tanggung
jawab pelaksanaan dan hasil PTK ada pada diri guru sebagai praktisi. Sehingga
PTK dirancang dan dilaksanakan guru, maka dari itu guru betanggung jawab ats
dalam melaksanakan maupun dalam menyimpulkan hasil penelitian.
d) PTK
dilaksanakan sesuai dengan program pembelajran yang sedang berjalan.Artinya
pelaksanaan penelitian ini tanpa ada setting
secara khusus untuk kepentingan penelitianya.[7]
C.
Mengidentifikasi
Dan Menganalisi Masalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar