Sabtu, 16 April 2016

Penelitian Tindakan Kelas

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam sistem pembelajaran guru merupakan komponen penting. Oleh sabab itu, untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran harus dimulai dari guru itu sendiri, karena guru merupakan garda terdepan yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai objek belajar. Dengan begitu, guru harus memiliki kemampuan lebih dalam meningkatkan proses pembelajaran. Salah satu caranya harus merancang dan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui penelitian ini guru selamnya akan selalu meningkatkan kinerjanya dalam mengelola proses pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Kenapa guru harus melakukan PTK? Bukankah tugas guru mengajar? Pertanyaan ini sering muncul dipermukaan. Namun manaka kala kita sudah memahami pentingnya dan manfaat PTK pertanyaan itu sudah tidak lagi diutrakan, karena PTK salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.[1]
Melalui PTK, masalah-masalah pendidikan, kurikulum dan pembelajaran dapat dianalisi, dikembangkan, dan ditingkatkan, supaya pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan sifat menyenangkan dapat diwujudkan secara nyata. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar dikalangan guru di sekolah. PTK ini menawarkan peluang sebagai pengambangan kinerja, sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai peneliti, sebagai agen perubahab dan sebagai agen pembaharuan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif.[2]
Memperhatikan uraian di atas, secara sederhana dapat dikatakan bahwa PTK adalah kigiatan peneltian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif atau adanya kerja sama antara berbagai disiplin ilmu, keahlian, dan prfesi dalam memecahkan masalah, atau lagi melibatkan khalayak sasaran dalam megidentifikasi berbagai masalah yang dialami di kelas.




B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud penelitian tindakan kelas (PTK)?
2.      Bagaimana tujuan dan karakteristik PTK?
3.      Bagaimana mengidentifikasi dan menganalisis masalah pada PTK
4.      Bagaimana konsep PTK?
5.      Bagaimana output dan pentingnya PTK?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana pengertian PTK
2.      Untuk mengetahui tujuan dan karakteristik PTK
3.      Untuk Mengetahui Konsep PTK
4.      Untuk mengetahui output dan pentingnya PTK


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN PTK
Secara etimologis, ada tiga istilah yang berhubungan dengan PTK, yakni penelitian, tindakan, dan kelas. Pertama penelitian adalah suatu proses pemecahan masalah yang dilakukan secara sistematis, empiris, dan terkontrol. Sistematis ini dapat diartikan sebagai proses yang runtut sesuai dengan aturan tertentu. Kedua, tindakan dapat diartikan sebagai perlakuan tertentu yang dilakukan oleh peneliti dalam hal ini guru. Tindakan ini diarahkan untuk lebih meningkatkan dan memperbaiki kinerja guru. Ketiga, kelas menunjukkan pada tempat proses pembelajaran berlangsung. Ini berarti PTK dilakukan di dalam kelas yang tidak diatur untuk kepentingan penelitian secara khusus.[3]
Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan (action research) adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial merek. Adapun menurut Burn (1999) penelitian tindakan adalah penerapan berbagai fakta yang ditemukan untuk memecahkan masalah dalam situasi sosial untuk meningkatkan kualitas tindakan yang dilakukan dengan melibatkan kolaborasi atau kerja sama dengan para peneliti dan praktisi. Sementara menurut Elliot (1982) penelitian tindakan adalah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan melalui proses diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan mempelajari pengaruh kyang ditimbulkannya.[4]
Peneltian tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelas, atau dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaborasi dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses pembelajran di kelas melalui suatu tindakan.
Dari pengertian penelitian tindakan di atas, dapat disimpulkan tiga prinsip, (1) adanya partisipasi dari peneliti dalam suatu program atau kegiatan, (2) adanya tujuan untuk meningkatkan kualitas suatu program melalui penelitian tindakan tersebut, (3) adanya tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas suatu program atau kegiatan.[5]


B.     Tujuan Dan Karakteristik PTK
Seperti penelitian tindakan pada umumnya, ada sejumlah tujuan yang infin dicapai dalam pelaksanaan PTK. Menurut Grundy Dan Kammis, tujuan penelitian tindakan ini meliputi tigi hal. Diantaranya.
1.      Peningkatan praktik
Pada umumnya, tujuan penelitian adalah untuk menemukan atau untuk menggeneralisasikan sesuatu terlepas dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, hasil sebua penelitian kadang-kadang sulit untuk bisa diterapkan oleh praktisi di lapangan. Hal ini disebabkan dua hal. Pertama, penelitian pada umumnya lebih banyak berangkat dari konsep-konsep yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu sehingga tidak menyentuh kebutuhan lapangan secara riil dan pasti, kedua, hasil penelitian sulit disebarkan kepada praktisi sehingga hasil penelitian hanya banyak menghiasi perpustakaan.
2.      Pengembangan Profesional
Salah satu sifat dari seorang professional adalah keinginannya untuk meningkatkan kinerja agar lebih baik untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Seorang professional tidak akan cepat puas dengan hasil yang diperolehnya. Ia akan selalu mencapai dan menggali informasi dari berbagai sumber, kemudian mencoba dan mencoba sesuatu yang baru hingga hasil yang diperoleh akan semakin bagus dan seorang professional selalu tanggap terhadap perubahan sosial maupun perkambangan bidang ilmu yang digelutinya. Salah satu cara yang dapat mengambangkan sikap professional guru, orang-orang professional menggunakan cara PTK.
3.      Peningkatan Situasi Tempat Praktik Berlangsung
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkambang pesat, yang memungkinkan semua orang dapat dengan muah mendapatkan informasi. Perkambangan piranti komputer misalnya, bukan hanya secara kuantitas dan dapat menyajikan ilmu pengetahuan baru. Akan tetapi akan berubah hidup gaya seseorang. Meski demikian, orang professional selalau memanfaatkan kejanggihan itu untuk kinerjanya. [6]
Dengan tujuan yang diuraikan di atas, maka PTK memiliki karakteristik sebagai berikut.
a)      Maslah yang dikaji dalam PTK yang bersifat praktis. PTK berangkat dari keresahan yang dialami guru dalam pengelolaan proses pembelajaran. Oleh karena itu, dari dari mulai proses perencanaan, pelaksanaan tindakan hingga pada proses penyimpulan guru merupakan pemeran utama
b)      Fokus utama penelitian pada proses pembelajaran. PTK dilaksanakan dalam rangka untuk memperbaiki proses pembelajaran maksimal. Oleh karena itu, PTK dilaksanakan dalam setting kelas yang sesungguhnya.
c)      Tanggung jawab pelaksanaan dan hasil PTK ada pada diri guru sebagai praktisi. Sehingga PTK dirancang dan dilaksanakan guru, maka dari itu guru betanggung jawab ats dalam melaksanakan maupun dalam menyimpulkan hasil penelitian.
d)      PTK dilaksanakan sesuai dengan program pembelajran yang sedang berjalan.Artinya pelaksanaan penelitian ini tanpa ada setting secara khusus untuk kepentingan penelitianya.[7]

C.    Mengidentifikasi Dan Menganalisi Masalah





[1] Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Kencana, 2011),15.
[2] Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan (Bandung, PT. Remaja Rosdakarya,2012),95-96.
[3] Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Kencana, 2011),26
[4] Ibid.,25
[5] Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada,2012),44-45.
[6] [6] Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Kencana, 2011),32.
[7] Ibid.,33-34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar